Connect with us

Jatim

BRIDA Sumenep Perkuat Riset dan Inovasi, Bidik Solusi Pembangunan Berbasis Teknologi

Update Jatim

Published

on

SUMENEP, Update Jatim – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, memperkuat peran riset, inovasi, dan teknologi untuk mendukung pembangunan daerah yang terukur, efektif, dan berkelanjutan.

Kepala BRIDA Sumenep, Siswahyudi Bintoro, menegaskan bahwa riset dan inovasi harus menjadi landasan dalam merumuskan kebijakan, bukan sekadar kegiatan administratif atau pemenuhan indikator kinerja.

“Pembangunan daerah yang berkelanjutan membutuhkan fondasi kebijakan yang berbasis riset, data, dan kreativitas,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, pengembangan riset perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari sektor pertanian, pendidikan, pelayanan publik, perekonomian, hingga pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan.

Dengan karakteristik wilayah daratan dan kepulauan, Sumenep membutuhkan pendekatan pembangunan yang sesuai dengan kondisi serta potensi masing-masing wilayah.

BRIDA berperan menjembatani kebutuhan pembangunan dengan hasil penelitian dan perkembangan teknologi agar dapat diterapkan menjadi solusi yang tepat sasaran.

### Inovasi Harus Berdampak Nyata

Siswahyudi menekankan, inovasi yang lahir dari perangkat daerah maupun masyarakat tidak boleh berhenti pada pendataan, dokumentasi, atau perlombaan.

Sebaliknya, inovasi harus dikembangkan menjadi program yang efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“ Inovasi yang lahir dari perangkat daerah maupun masyarakat perlu diarahkan agar tidak berhenti pada tahap pencatatan atau perlombaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi program yang efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BRIDA mendorong penguatan kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.

Kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk memperluas pengembangan penelitian sekaligus memastikan hasilnya sesuai dengan kebutuhan pembangunan Sumenep.

### Pertanian Presisi Jadi Fokus Pengembangan

Salah satu sektor yang menjadi perhatian pengembangan riset adalah pertanian. BRIDA Sumenep sebelumnya menjalin kerja sama dengan Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) dalam menyiapkan fondasi kebijakan pertanian presisi berbasis teknologi.

Pendekatan ini memanfaatkan data dan teknologi untuk membantu pengelolaan lahan, mengenali kondisi tanah, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya pertanian.

Bagi Sumenep yang memiliki potensi pertanian cukup besar, penerapan teknologi tersebut berpeluang mendukung peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.

Namun, penerapannya membutuhkan kajian yang matang, kesiapan sumber daya manusia, serta penyesuaian dengan karakteristik lahan dan kebutuhan petani setempat.

Siswahyudi menegaskan, riset dan inovasi pada akhirnya harus menghasilkan kebijakan yang efektif, efisien, dan relevan dengan persoalan masyarakat.

“Penguatan riset dan inovasi bukan hanya berbicara tentang teknologi canggih atau gagasan baru. Esensinya terletak pada kemampuan pemerintah menghadirkan kebijakan yang lebih efektif, efisien, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, BRIDA Sumenep diharapkan mampu memperkuat basis data pembangunan, memperluas kerja sama penelitian, serta mendorong pemanfaatan hasil riset dalam perencanaan program pemerintah daerah.

Keberhasilan pengembangan riset dan inovasi pun tidak semata diukur dari jumlah inovasi yang dihasilkan, melainkan dari penerapannya serta manfaat yang dirasakan masyarakat.

Dengan pendekatan tersebut, riset, inovasi, dan teknologi diharapkan menjadi instrumen nyata untuk mempercepat pembangunan dan memperluas pemerataan kesejahteraan masyarakat Sumenep.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jatim

23 Tim SD Siap Berlaga, Turnamen Sepak Bola Sumenep Kick Off Awal Oktober

Update Jatim

Published

on

SUMENEP, Update Jatim – Pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mulai menunjukkan geliat. Sebanyak 23 tim sekolah dasar (SD) dipastikan ambil bagian dalam turnamen sepak bola antar-SD yang dijadwalkan bergulir pada 1 Oktober 2026.

Ajang yang digelar selama tiga hari tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menjaring bibit pemain potensial sekaligus memperkuat pembinaan sepak bola sejak usia dini.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, turnamen tersebut menyasar pemain usia di bawah 13 tahun dan menjadi bagian dari program pembinaan sepak bola berjenjang.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti pada satu kelompok usia. Karena itu, Pemkab Sumenep juga menyiapkan turnamen untuk kelompok usia yang lebih tinggi, termasuk Piala AF Sport U-17.

“Artinya, kita memang sedang fokus betul dalam pembinaan dunia olahraga bola di semua usia,” kata Fauzi, Minggu (27/9/2026).

Ia menyebut Oktober akan menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di Sumenep. Melalui turnamen antarsekolah dasar dan kelompok U-17, potensi pemain lokal diharapkan bisa terpantau secara lebih terarah.

Seluruh unsur sepak bola, mulai dari guru olahraga, pemilik klub, KONI hingga Askab PSSI, diharapkan terlibat dalam proses pemantauan dan evaluasi pemain.

“Semua insan bola, guru olahraga setiap jenjang sekolah, pemilik klub, pengurus KONI dan Askab PSSI akan duduk bareng di Stadion Ahmad Yani untuk melihat performa dan talenta pemain kita. Semua harus jadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Sepak Bola Antar-SD, Dedy Apri Wibowo, memastikan persiapan pelaksanaan telah rampung. Kondisi lapangan dinyatakan siap, termasuk kesiapan 23 tim peserta.

Turnamen yang digelar Forum Komunikasi Guru PJOK SD tersebut akan berlangsung selama tiga hari dengan tahapan penyisihan grup, semifinal hingga partai final.

“Alhamdulillah kondisi lapangan siap, dan 23 tim juga siap berlaga. Kami dari Forum Komunikasi Guru PJOK SD siap menyemarakkan turnamen ini,” terang Dedy.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan berharap turnamen tersebut menjadi salah satu pijakan untuk membangkitkan sepak bola daerah.

Menurutnya, keberadaan pemain muda memiliki peran penting dalam keberlangsungan klub sepak bola, termasuk klub profesional di Sumenep.

“Melalui kompetisi sejak tingkat sekolah dasar, diharapkan semakin banyak talenta lokal yang teridentifikasi dan mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan, ” Katanya.

Bahkan urnamen ini sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, serta membuka jalan menuju pembinaan sepak bola pada jenjang berikutnya.

Continue Reading

Jatim

Wabup Imam Hasyim Tekankan Pejabat Sumenep Kawal Kebijakan hingga Tingkat Pelaksana

Update Jatim

Published

on

SUMENEP, Update Jatim – Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, meminta pejabat administrator dan pengawas memastikan setiap kebijakan pemerintah daerah berjalan efektif hingga tingkat pelaksana. Implementasi di lapangan dinilai menjadi kunci agar program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Imam Hasyim saat Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Pejabat Administrator dan Pengawas Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jumat (25/9/2026).

Menurutnya, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari perencanaan dan penyusunan kebijakan. Lebih dari itu, setiap kebijakan harus diterjemahkan menjadi program konkret yang tepat sasaran dan menjawab kebutuhan masyarakat.

“Aparatur pemerintah harus memahami setiap kebijakan pemerintah daerah hingga tingkat pelaksana, sehingga dapat diwujudkan dalam program dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Kiai Imam, sapaan akrabnya.

Ia menekankan, pejabat administrator dan pengawas memiliki peran strategis dalam menjembatani kebijakan pimpinan daerah dengan pelaksanaan teknis di masing-masing perangkat daerah.

Karena itu, komunikasi dan koordinasi dengan jajaran di bawahnya harus terus diperkuat. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya kesenjangan antara kebijakan yang telah dirumuskan dengan realisasi program di lapangan.

Selain memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana, Imam Hasyim juga meminta pejabat memperkuat fungsi pengawasan dan evaluasi secara berkala.

Setiap program harus ditinjau untuk mengukur kesesuaian pelaksanaan dengan target, sasaran, serta kebutuhan masyarakat.

“Kebijakan yang telah dirancang dengan baik harus diwujudkan melalui langkah konkret, disertai pengawasan dan evaluasi agar setiap program dapat terlaksana sesuai sasaran,” ujarnya.

Ia berharap, pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan amanah secara profesional, memperkuat koordinasi birokrasi, serta memastikan pelayanan dan program pemerintah daerah berjalan optimal.

Dengan demikian, pelaksanaan kebijakan tidak berhenti pada tataran administratif, tetapi benar-benar menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.

Continue Reading

Jatim

Komisi III DPRD Sumenep Evaluasi APBD 2026, Soroti Optimalisasi PAD Sektor Parkir

Update Jatim

Published

on

SUMENEP, Update Jatim –Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memperkuat fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan dan pengelolaan anggaran daerah melalui rapat kerja bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Perkimhub), Kamis (24/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi III DPRD Sumenep tersebut membahas evaluasi pelaksanaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2026, dengan salah satu perhatian utama tertuju pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor parkir.

Ketua Komisi III DPRD Sumenep, M. Muhri, S.Th.I, memimpin langsung rapat kerja tersebut. Menurutnya, Pembahasan menjadi bagian dari upaya legislatif memastikan program dan kegiatan yang telah direncanakan pemerintah daerah berjalan sesuai target, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pelayanan publik.

Dalam evaluasi tersebut, sektor parkir menjadi salah satu aspek yang mendapat perhatian. Pengelolaan parkir dinilai memiliki potensi untuk mendukung peningkatan PAD apabila dilaksanakan secara tertib, terukur, dan disertai pengawasan yang memadai.

Optimalisasi pendapatan dari sektor tersebut tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target penerimaan, tetapi juga menyangkut pembenahan tata kelola, pendataan potensi, serta efektivitas pemungutan retribusi di lapangan.

“Kami menaruh perhatian terhadap pentingnya kesesuaian antara potensi pendapatan dan realisasi penerimaan. Hal ini diperlukan agar sumber-sumber PAD yang berada dalam kewenangan perangkat daerah dapat dikelola secara maksimal dan memberikan manfaat bagi keuangan daerah, ” Ujar Muhri kepada wartawan updatejatim.net, Kamis (24/9/2026).

Melalui rapat kerja tersebut, lanjut dia, Komisi III DPRD Sumenep menjalankan peran pengawasan sekaligus mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah dalam merealisasikan program dan target anggaran tahun 2026.

Evaluasi ini diharapkan menjadi bahan perbaikan bagi Dinas Perkimhub dalam meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, memperkuat pengelolaan sektor perhubungan, serta mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.

“Dengan pengawasan yang berkelanjutan, pelaksanaan APBD diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan target administratif, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep secara berkelanjutan, ” Pungkasnya.

Continue Reading

Trending