SUMENEP, Update Jatim– Festival Musik Tong-Tong Sumenep kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Masuknya festival tersebut dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi sinyal bahwa kesenian tradisional Madura memiliki potensi besar untuk menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif.
Apresiasi itu mengemuka saat Kepala Bidang Promosi Kementerian Pariwisata RI, Eni Komiarti, menyerahkan cenderamata kepada Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo dalam rangkaian Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong se-Madura KEN 2026, di depan Masjid Jamik Sumenep, Minggu (18/10/2026).
Festival Musik Tong-Tong tahun ini kembali terpilih dalam KEN untuk kedua kalinya. Dari 125 agenda pariwisata yang masuk dalam kalender nasional tersebut, 11 di antaranya berasal dari Jawa Timur.
Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, pencapaian itu menjadi peluang untuk memperluas promosi daerah sekaligus menjaga keberlangsungan seni tradisional di tengah perkembangan zaman.
Bupati Achmad Fauzi menegaskan, musik tong-tong bukan sekadar hiburan tahunan, melainkan bagian dari identitas dan jati diri masyarakat Madura yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.
“Kami mengapresiasi Kementerian Pariwisata RI atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sumenep. Terima kasih juga kepada para seniman dan pelaku budaya yang terus berkomitmen melestarikan kesenian daerah,” ujar Fauzi.
Menurutnya, pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pengembangan kreativitas. Dengan pengemasan festival yang semakin baik, musik tong-tong diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan tanpa kehilangan karakter aslinya.
Dampaknya pun diharapkan meluas ke sektor ekonomi. Kehadiran pengunjung berpotensi meningkatkan aktivitas hotel, restoran, UMKM, serta membuka ruang usaha bagi seniman dan pekerja kreatif lokal.
Sementara itu, Eni Komiarti mengapresiasi konsistensi Pemkab Sumenep, khususnya Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar), dalam mengembangkan destinasi melalui kegiatan berbasis budaya.
Menurut Eni, festival semacam ini memiliki nilai strategis karena mempertemukan pelaku seni, UMKM, dan pekerja pariwisata dalam satu kegiatan yang saling mendukung.
“Melalui penyelenggaraan ini, kita tidak hanya menghadirkan festival seni, tetapi juga menciptakan lapangan kerja kreatif serta melibatkan banyak pelaku seni, UMKM, dan pekerja pariwisata,” katanya.
Kementerian Pariwisata berharap Festival Musik Tong-Tong terus berkembang sebagai daya tarik wisata sekaligus instrumen promosi daerah. Tantangannya, Sumenep perlu memastikan bahwa kemeriahan festival tidak berhenti di panggung pertunjukan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.






