Advertorial
Poli Jiwa RSUD Sumenep Perluas Layanan, Siapkan ECT hingga IPWL Narkoba
SUMENEP, Update Jatim – Pelayanan kesehatan jiwa di RSUD H Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep, Jawa Timur terus dikembangkan. Sebab, Poli Jiwa tidak hanya menangani pasien dengan gangguan mental melalui pengobatan, tetapi juga memperkuat terapi nonfarmakologis, layanan psikologis, hingga rencana pengembangan layanan bagi pengguna narkoba.
Direktur RSUDMA dr Erliyati melalui Dokter Spesialis Poli Jiwa, dr Utomo menyampaikan Pelayanan saat ini yang dilakukan mencakup rawat jalan bagi pasien dengan gangguan mental mulai dari tingkat ringan, sedang, berat hingga sangat berat.
“Pasien yang datang umumnya berada pada kategori sedang hingga berat dan sangat berat, ” Terangnya dr Utomo, kepada wartawan updatejatim saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jummat 14 Agustus 2026.
Selain terapi obat, Poli Jiwa juga mengandalkan pendekatan nonfarmakologis melalui kolaborasi psikiater dan psikolog klinis. Bentuknya antara lain psikoterapi, konseling, terapi kognitif perilaku (cognitive behavioral therapy) serta terapi suportif.
“Setiap pasien terlebih dahulu menjalani skrining dan asesmen untuk menentukan bentuk terapi yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing, ” Imbuhnya.
Sedangkan salah satu layanan yang tengah dipersiapkan adalah Electroconvulsive Therapy (ECT) atau terapi elektrokonvulsif. Terapi ini ditujukan bagi pasien tertentu, termasuk mereka yang tidak memberikan respons memadai terhadap pengobatan.
Sebelum menjalani ECT, pasien harus melalui asesmen sesuai standar operasional prosedur (SOP). Layanan tersebut sebelumnya telah diterapkan untuk pasien rawat inap dan kini tengah dipersiapkan agar dapat dikembangkan untuk pelayanan rawat jalan.
“Pengembangan layanan ECT menjadi salah satu keunggulan yang ingin diperkuat karena fasilitas tersebut belum tersedia di semua rumah sakit. Namun, penerapannya untuk rawat jalan masih menunggu kesiapan ruangan dan sarana pendukung, ” Jelasnya dokter spesialis yang sudah senior ini.
Tak hanya untuk pasien gangguan jiwa, dr Utomo juga menyampaikan Poli Jiwa juga memiliki layanan pemeriksaan kesehatan mental menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI).
“Pemeriksaan ini digunakan untuk menilai kondisi psikologis dan kepribadian, termasuk dalam kebutuhan pemeriksaan kesehatan bagi pejabat atau calon pejabat publik, ” Katanya.
Bahkan layanan tersebut dapat digunakan dalam proses pemeriksaan kesehatan bagi sejumlah jabatan publik, termasuk kepala daerah dan anggota legislatif, sesuai ketentuan pemeriksaan yang berlaka.
Terakhir pihaknya memberi informasi bahwa pengembangan lain yang tengah disiapkan adalah layanan rawat jalan bagi pengguna narkoba. Saat ini, pasien dengan masalah narkotika sudah mendapatkan layanan kontrol dan rehabilitasi, meski layanan rawat jalan khusus narkoba masih berada dalam tahap pengembangan.
Rumah sakit juga sedang mengusulkan penetapan sebagai Instansi Penerima Wajib Lapor (IPWL) kepada Kementerian Kesehatan. Jika terealisasi, layanan tersebut memungkinkan pengguna atau pecandu narkoba memperoleh akses rehabilitasi dan melakukan wajib lapor melalui fasilitas kesehatan.
“Untuk rehabilitasi narkoba, rumah sakit saat ini telah memiliki empat ruangan. Pelaksanaannya masih banyak bersinergi dengan aparat penegak hukum, termasuk kepolisian dan kejaksaan, ” Pungkasnya.
Namun Ke depan, layanan narkoba diharapkan dapat dikembangkan menjadi poli tersendiri sehingga penanganan pasien dapat dilakukan lebih fokus, mulai dari pemeriksaan hingga berbagai bentuk terapi dan rehabilitasi.
Advertorial
Haji Her Sambut Raja Nusantara di MEC 2026: Selamat Datang di Madura
SUMENEP, Update Jatim – Sejumlah raja, sultan, dan perwakilan kerajaan Nusantara menghadiri Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 di Sumenep, Sabtu (19/9/2026) malam.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari rangkaian pembukaan MEC 2026 yang mengusung tema Keraton Sumenep. Para tokoh kerajaan mengikuti defile dengan diiringi dayang berbusana adat Keraton Sumenep.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep menyerahkan cenderamata kepada para tamu kerajaan dari berbagai daerah, di antaranya Lampung, Yogyakarta, Banten, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, hingga Maluku Utara.
Haji Her dalam sambutannya menyampaikan selamat datang sekaligus mengungkapkan kebanggaannya atas kehadiran para tokoh kerajaan Nusantara di Pulau Madura.
“Selamat datang di tanah kebanggaan kami, Pulau Madura. Tentu suatu kebanggaan bagi kita semua, raja-raja se-Nusantara bisa hadir ke tempat kami,” ujar Kanjeng Raden Tumenggung Hadi Nagara.
Ia juga menyampaikan salam khas Madura kepada seluruh tamu undangan.
“Tan taretan Madura, salam settong dara dari Madura,” ucapnya.
Kehadiran para raja dan perwakilan kerajaan tersebut memperkuat MEC 2026 sebagai ruang pertemuan budaya Nusantara. Melalui tema Keraton Sumenep, gelaran ini sekaligus menjadi upaya memperkenalkan sejarah dan identitas budaya keraton kepada masyarakat luas.
Advertorial
Bappeda Sumenep Perkuat Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Wilayah
SUMENEP, Update Jatim – Pemerintah Kabupaten Sumenep (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, memperkuat strategi pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah, tanpa hanya mengandalkan bantuan sosial.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, mengatakan setiap wilayah memiliki persoalan dan potensi berbeda sehingga membutuhkan penanganan yang tepat sasaran.
“Kami meramu strategi pengetasan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi wilayah, ” Kata Arif saat Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pengembangan Wilayah dan Pemberdayaan Masyarakat di Ruang Potre Koneng, Kantor Bappeda Sumenep, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, Pemkab Sumenep juga mendorong program Sinergi Multi Pihak Lawan Kemiskinan (SIMPUL) dengan melibatkan sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, perikanan, UMKM, ketenagakerjaan hingga infrastruktur.
Selain bantuan sosial, UHC dan bantuan pendidikan, pemerintah mendorong pelatihan keterampilan, padat karya, bursa kerja, serta pengembangan sektor produktif untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
Arif menambahkan, pemetaan wilayah berdasarkan sebaran kemiskinan, potensi ekonomi, serta karakteristik sosial budaya menjadi dasar penyusunan kebijakan, termasuk bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Melalui pendekatan terintegrasi tersebut, pengentasan kemiskinan diharapkan lebih tepat sasaran dan mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, ” Pungkasnya.
-
Jatim7 hari agoWabup Sumenep Harapkan MEC 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Budaya
-
Hukrim2 hari agoPerempuan 62 Tahun Ditemukan Tewas di Tegal Lobuk, Sempat Dilaporkan Hilang Sejak Dua Hari
-
Jatim2 hari agoKomisi III DPRD Sumenep Evaluasi APBD 2026, Soroti Optimalisasi PAD Sektor Parkir
-
Hukrim3 hari agoSatresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Puluhan Botol Miras dari Toko Kelontong
-
Jatim1 hari agoWabup Imam Hasyim Tekankan Pejabat Sumenep Kawal Kebijakan hingga Tingkat Pelaksana
-
Jatim4 hari agoPiala AF Sport U-17 Sumenep Segera Bergulir, Pemain Muda Dibidik Tembus Liga 4
-
Advertorial7 hari agoHaji Her Sambut Raja Nusantara di MEC 2026: Selamat Datang di Madura
-
Jatim7 hari agoMEC 2026 Sumenep Umumkan Para Juara, Peserta Sumenep Dominasi Kategori Pelajar